Gelap


  • Cari Konten di CS96

    Saturday, May 30, 2020

    Pelajaran Hidup Yang Tidak Didapat di Bangku Sekolah



    Pendidikan merupakan suatu kewajiban yang harus ditempuh atau dijalani setiap manusia. Karena dalam agama pun kita diwajibkan untuk menuntut ilmu tanpa ada batasan usia. Pemerintah Indonesia juga sangat menekankan bagi warga Indonesia untuk menganyam pendidikan. Demi warganya bisa merasakan pahit manisnya pendidikan, pemerintahpun memberikan bantuan atau beasiswa terhadap anak yang kurang / tidak mampu (seperti saya contohnya) dan anak berprestasi (di zaman saya dulu). Itu adalah sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya.

    Untuk sekarang saya sendiri kurang begitu tahu, karena beda zaman beda peraturan dan saya kira kebanyakan orang sekarang sudah banyak yang mampu dalam hal membiayai pendidikannya,. Beda dengan zaman saya dulu sekolah masih banyak sekali siswa / mahasiswa yang kurang / tidak mampu, dan itu dulu adalah sebuah mayoritas.

    Hampir semua orang sangat memperhatikan sekali akan pendidikan. Apalagi orang tua yang telah berkeluarga dan telah memiliki anak. Saya berfikir kalau hampir pemikiran orang tua itu sama untuk sang buah hatinya. Kurang lebih pemikiran orang tua seperti ini : "Bagaimanapun caranya, saya akan berusaha sekuat tenaga untuk menghidupi keluarga saya, membahagiakannya, dan bagaimana caranya supaya anak saya bisa sekolah, bisa lebih pintar dari saya (orang tuanya). Minimal jenjang pendidikannya lebih tinggi dari saya (orang tua)", opini saya.

    Baca : Cara Supaya Pulsa Kalian Yang Terpotong Tanpa Alasan Dikembalikan Oleh Operator

    Pemikiran diatas sudah bagus dan saya pun (jujur) juga berfikir seperti itu walaupun saya belum berkeluarga dan baru berencana. Akan tetapi perlu diingat bagi para orang tua supaya tidak hanya mendidik anaknya supaya menjadi anak yang pintar saja. Namun harus diimbangi dengan benar ya para orang tua. Sebab jika pintar saja tidak diimbangi dengan benar, dikhawatirkan anak-anak malah jadi keblinger (kata orang jawa). Dan itu memang terbukti. Contoh kecil saja yaitu para pelaku koruptor, yang menghabiskan uang rakyat (kucing garong). Alat merekapun cukup simpel, yaitu pulpen atau modal tutul (sentuh). Itu saja sekali tanda tangan atau tutul (sentuh) bisa keluar nol nya banyak sekali (jutaan, miliaran, bahkan triliunan). Kebanyakan mereka adalah orang pintar semuanya, tidak ada yang tidak pintar. Akan tetapi pintarnya tidak digunakan untuk tujuan yang benar. Dan enaknya lagi kalau mereka masuk tahanan, dalam waktu singkat sudah bisa menghirup udara segar kembali. Biasa, mereka punya uang, mereka beruang. Sampai-sampai ada yang membuatkan lagu dan sempat viral yaitu "Gayus Tambunan".

    Bagi orang yang bodoh atau lemah seperti kita ini (rakyat biasa) tidak mungkin bisa melakukan hal diatas karena beda kelas. Kalau kelas kita disebutnya maling (pencuri), kalau mereka korupsi atau koruptor (sebutan bagi pelaku korupsi). Satu perbedaan yang menonjol bagi para pelaku maling (pencuri) atau koruptor adalaha "Sasarannya". Jika maling (pencuri) sasarannya kecil (barang, uang) yang tidak terlalu berharga bagi umumnya orang, tapi kalau koruptor sasarannya besar (nilainya). Alat yang digunakan pun sudah berbeda antara maling (pencuri) dengan koruptor. Jika koruptor diatas saya sebutkan modalnya hanya simpel, pulpen atau modal tutul (sentuh), tapi kalau maling (pencuri) alatnya bisa linggis, kunci T, atau yang lainnya. Dan risikonyapun sangat besar, bisa dihajar masa sampai tewas. Sudah banyak berita yang beredar di tv atau media sosial. Masuk tahanan pun juga terkadang lama, sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Padahal kita tidak pernah tahu alasan bagi para pelaku maling (pencuri) itu kebanyakan terpaksa karena tuntutan kehidupan, seperti yang dilangsir di berita-berita.

    Sungguh sangat memilukan bagi kita rakyat yang lemah. Terkadang kita bilang tidak adil hukum di negeri kita, namun kita bisa apa? Kita cuma bisa mendo'akan yang terbaik saja untuk Indonesia tercinta, mudah-mudahan seiringnya waktu ada perubahan yang lebih baik. Kita tidak boleh berfikir negatif terhadap mereka, sebaiknya kita selalu berfikir positif dan membantu do'a mudah-mudahan cepat terlaksana apa yang menjadi harapan kita semua. Mungkin baru dibicarakan/ difikirkan bagi para ahlinya untuk Indonesia yang lebih baik lagi. Bagi kita rakyat biasa, kita hidup sederhana, yang tinggal di desa bukan di kota, bisa berkumpul dengan keluarga, petani sebagai mata pencahariannya, tidak punya hutang hidup tenang, kasur keras tapi tidur pulas, hidup bahagia setiap hari bisa tertawa, itu adalah nikmat yang luar biasa bagi kita yang tidak bisa dibeli dengan harta.

    Baca juga : Cara Mendapatkan Internet Gratis Telkomsel 100% Dapat

     Diatas merupakan contoh yang tidak baik untuk kita. Jangan sampai kita terjerumus akan kedua hal itu (maling /pencuri dan koruptor). Maka dari itu di artikel ini saya buat khusus untuk para orang tua supaya mendidik anaknya dengan sebaik-baiknya. Mungkin di bangku sekolah sudah pernah diajarkan akan tetapi tidak di lakukan atau di aplikasikan bagi anak. Contoh, berbakti kepada orang tua. Ini adalah tugas orang tua untuk menekankan kembali pelajaran yang telah didapat disekolah untuk membentuk karakter anak seperti yang orang tua inginkan. Karena anak bisa baik atau buruk perilakunya, itu tergantung sifat / perilaku orang tua yang mendidiknya. Anak-anak perlu bukti nyata dari orang tua untuk melakukan yang diperintahkan biasanya. Ada juga orang tua sudah baik, mendidik dengan baik, tapi anaknya tetap saja nakal. Terpenting bagi orang tua sudah menggugurkan kewajibannya untuk mendidik mereka dengan sebaik-baiknya. Perbanyak saja berdo'a yang terbaik untuk anaknya.

    Bisnis online : Pecahkan Captcha di 2Captcha & Dapatkan Imbalannya

     Tidak semua pendidikan atau ilmu itu terdapat di bangu sekolah saja. Ada kalanya kita bisa mendapatkannya dimanapun kita berada. Kita bisa mendapatkan pendidikan, ilmu, pengetahuan dari sumber terdekat kita yaitu kehidupan kita sehari-hari, dijalan, di pasar, di tempat pembelanjaan, tentunya dari alam semesta. Bukankah "Iqra'" merupakan ayat pertama yang diturunkan Allah yang artinya "Bacalah!". Alam semesta ini masih banyak sekali pendidikan, ilmu, atau pengetahuan yang masih tersembunyi yang mana manusia disuruh oleh Allah untuk membaca. Yang artinya kita disuruh mencari tau ilmu yang masih tersimpan itu dan Allah memperlihatkan kepada manusia bahwa ciptaan Allah itu tiada tara dan jangan pernah menyekutukan-Nya.

    Dibawah ini adalah contoh Pelajaran Hidup Yang Tidak Didapat di Bangku Pendidikan dan mungkin ini pernah / baru kita alami setelah tamat dari bangku sekolah.
    • Jika ada tetangga, teman, atau saudara yang hajatan. Ini biasanya para pemuda suatu dusun / desa mengadakan suatu pertemuan (rembukan / rundingan) demi mewujudkan acara tetangga, teman, atau saudara yang hajatan supaya berjalan lancar tanpa ada halangan.
    • Apabila ada orang yang meninggal (Intinya sama dengan diatas, hanya saja rembukan / rundingannya biasa tidak seperti diatas.
    • Jika ada / mau mengadakan sebuah acara (karang taruna, dusun / desa, ulang tahun dusun / desa, hari jadi, HUT RI, dan lain-lain. Intinya sama seperti yang pertama.
    • Jika dipanggil minta tolong tetangga, teman, atau saudara. Untuk poin yang satu ini saya sarankan untuk datang. Terpenting datang terlebih dahulu, urusan bisa atau tidak bisa. Jika tetangga, teman, atau saudara meminta tolong kepada kita berarti mereka percaya kalau kita bisa melakukannya. Percaya diri dulu saja siapa tahu dapat komisi.
    • Jika sedang lebaran / merayakan hari besar agama islam (Idul Fitri / Idul Adha). Biasanya
    • Belajar menyesuaikan situasi dan kondisi disekitar
    • Jika ada tamu enaknya harus di temui terlebih dahulu walaupun sedang sibuk. Karena kita wajib memuliakan tamu.
    • Jika lewat di sekitar orang yang sedang kumpul baiknya menyapa atau jika pakai motor membunyikan tlakson / bel.

    Sebenarnya masih banyak lagi yang belum saya sampaikan di artikel ini, mungkin kalian bisa menambahkan yang kalian ketahui selain dari contoh diatas lewat kolom komentar. Diatas hanya pengalaman saya pribadi saja yang berada di kampung atau desa. Dikota mungkin lain cerita, tapi sepertinya hampir sama.

    Dan intinya adalah interaksi sosial. Itu adalah pelajaran yang sangat penting bagi kita semua, karena kita hidup setelah tamat dari pendidikan entah itu SD, SMP, SMA, atau kuliah, hidup kita seterusnya harus berinteraksi dengan orang sekitar kita karena kita adalah makhluk sosial di pelajaran SMP dulu saya ingat. Kalau sekolah paling SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, dan seterusnya umumnya, sudah selesai. Tapi kan setelah itu kita masih perlu hidup. Kita bisa melanjutkan hidup kita dengan baik karena orang disekitar kita. Maka dari itu jaga dengan baik hubungan sosial kita dengan orang sekitar. Jika tidak, kemungkinan besar kita yang akan menyesal dan pusing.

    Cukup sekian semua, sudah terlalu panjang artikelnya. Terimakasih buat semua yang sudah menyempatkan waktunya untuk berkunjung, membaca, serta menelusuri ke blog ini. Mudah-mudahan memberikan manfaat bagi kita semua. Aamiin.

    Selamat sore dan selamat beristirahat! :) :) :)

    No comments:

    Ikuti Blog Ini

    About

    Contact Form

    Disclaimer

    Sitemap

    Privacy Policy

    Translate