Gelap


  • Cari Konten di CS96

    Thursday, June 4, 2020

    Bentuk Perhatian Seseorang Yang Salah



    Perhatian merupakan bentuk kasih sayang yang diberikan seseorang kepada orang yang disayangi atau dicintai dengan alasan orang tersebut mendapatkan kenyamanan atau merasa dimanja dengan diperhatikan. Bukan perhatian yang seperti di sinetron / ftv di tv. Kebanyakan yang mereka lakukkan (pemeran protagonis) adalah perhatian yang ada maunya.

    Semua pasti suka jika diperhatikan oleh teman, saudara, keluarga, atau pasangannya. Sebagai contoh saja misalkan kita diperhatikan oleh pasangan kita, tiap pagi dibuatkan kopi, diingatkan makan dan dibuatkan makanan sesuai dengan seleranya, dan lain sebagainya, intinya peka. Ada lagi contoh perhatian orang tua terhadap anaknya. Sudah tidak dipungkiri lagi jika buah hati merupakan anugrah terindah dari Allah yang dititipkan kita selaku orang tua. Dengan sabar dan kasih sayang seorang anak dibesarkan oleh orang tuanya, bagaimanapun caranya itu adalah tanggung jawab dari orang tua. Jika anak nangis ngompol atau buang air besar, orang tua dengan sabar dan kasih sayang mengganti celana atau popok dan membersihkannya, mencuci celana dan bajunya. Jika anak main dengan teman-temannya belum makan pasti sebagai orang tua khawatir dengan spontan orang tua mencarinya dan menyuruh anaknya makan terlebih dahulu nanti main lagi.

    Namun tahukah kalian jika bentuk perhatian seseorang itu ada sebagian yang salah? Berikut penjelasannya tentang Bentuk Perhatian Seseorang Yang Salah.

    • Bentuk perhatian orang tua terhadap anaknya yang salah
    Bentuk perhatian yang salah untuk ini adalah ketika orang tua selalu menuruti semua keinginan anaknya. Dalam hal ini bisa kita artikan terlalu memanjakan seorang anak. Anak minta ini dibelikan, anak minta itu dibelikan, kita sebagai orang tua juga harus selektif dalam memberikan sesuatu kepada anak kita.

    Misalnya anak kita masih balita umurnya sekitar 2 sampai 5 tahun minta kepada orang tuanya dibelikan ponsel pintar dan dibelikan oleh orang tuanya, malah diberikan fasilitas yang lengkap, paket data, diajari main internet, dan lain sebagainya dengan asumsi mereka perhatian atau sayang terhadap anaknya. Hal ini merupakan bentuk perhatian yang salah. Kenapa contoh ini merupakan bentuk perhatian yang salah? Karena balita umur 2 sampai 5 tahun belum dewasa (namanya balita) maksud saya belum bisa membedakan baik dan buruk untuk dirinya, belum tahu efek yang ditimbulkan jika seorang balita memainkan ponsel pintar, bukan masanya seorang balita memainkan ponsel pintar, apalagi tidak dalam bimbingan orang tua atau dibiarkan begitu saja seorang anak balita diberikan keleluasaan memainkan ponsel pintar supaya diam tidak menangis terus. Namanya balita seumuran itu wajar saja jika sering kali menangis, karena itu adalah masa mereka. Bentuk perhatian yang diberikan orang tua seperti diatas merupakan bentuk perhatian yang salah. Mereka (orang tua) tidak memberikan perhatian terhadap anaknya tapi justru malah menjerumuskan anaknya dimasa mendatang karena efek buruk atau negatif yang ditimbulkan lebih tinggi daripada efek positifnya.

    Misalnya lagi ada anak remaja masih dibawah umur (10 sampai 15 tahun) meminta orang tuanya untuk dibelikan sepeda motor dengan alasan ingin seperti "Boy, Anak Jalanan". Korban sinetron nih anaknya kayaknya. Lalu dibelikan motor sungguhan seperti yang anaknya minta. Sama seperti diatas, mereka (orang tua) tidak memberikan perhatian terhadap anaknya tapi justru malah menjerumuskan anaknya. Alasannya sudah jelas bahwa anak remaja seumuran diatas belum waktunya menggunakan fasilitas yang diberikan oleh orang tuanya (motor). Anak remaja seumuran itu kan belum tau rambu-rambu lalu lintas, dan asal saja naik motornya ugal-ugalan dibawa ke jalan raya, kalau kecelakaan bagaimana? Yang rugi siapa? Salah siapa? Pasti orang tuanya kan? Pesan untuk semua orang tua dari saya, "belikan atau fasilitasi seorang anak itu sesuai dengan masanya yang ia butuhkan untuk menunjang kedepannya menjadi anak yang lebih baik".

    • Bentuk perhatian seorang pasangan yang salah
    Terkadang kita dituntut untuk memahami satu dengan yang lainnya. Apalagi dengan pasangan kita. Karena kita setiap hari berhubungan dengan mereka (komunikasi, berbagi makanan, dan lain-lain), pasti banyak sekali benturan salah komunikasi sehingga salah satu dari kita merasa sakit hati. Misalnya saja seorang suami mendapatkan nafkah untuk menghidupi keluarganya dari sumber yang bukan atau belum menjadi haknya. Apalagi nominalnya lumayan besar. Sebagai seorang istri yang baik seharusnya mengingatkan suaminya supaya menyelesaikan terlebih dahulu tanggung jawab pekerjaannya baru menikmati hasil nafkah dari suami dengan tenang karena hasilnya sudah jelas dan sudah 100% menjadi haknya dengan menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan penuh tanggung jawab. Lalu jika istri bertanya, "untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari apa kalau harus menunggu sampai pekerjaannya tuntas"? Jawabannya, "yaa itu tanggung jawab seorang suami lah yang menjadi kepala keluarga, biarkan suami yang berfikir, itu urusan sang suami dan seorang istri membantunya, bisa (mengsuport, memberikan ide atau inspirasi, baiknya seperti apa, dan lain sebagainya)". Jangan malah seorang istri mendukung seorang suami sebelum tugas atau amanah yang diberikan oleh owner kepada suami belum diselesaikan, dana yang diamanahkan justru malah sudah habis. Jika menurut istri seperti itu yang terbaik, itu merupakan bentuk perhatian seorang istri yang salah. Kenapa? Karena lihat saja kedepannya, pasti tidak akan lama efek atau dampak buruknya. Tanggung jawab suami belum selesai, uang sudah habis, owner sudah teriak-teriak suruh menyelesaikan dalam waktu dekat. Jika tidak, risiko yang ditimbulkan pastinya kembali kepada kesepakatan (kontrak) awal bagaimana. Yang pusing memikirkan kan suami dan istri juga kan? Hidup jadi tidak tenang, dikejar-kejar hutang (tanggun jawab pekerjaan, uang yang sudah dipakai, atau yang lainnya).

    Tulisan ini bisa kalian terapkan disuatu organisasi tertentu. Misalnya kalian bergabung dengan organisasi yang berhubungan dengan uang yang lumayan besar, dan salah satu mereka menyelewengkan dana tersebut sebelum tugas yang diberikan diselesaikan. Dan kita mengetahuinya bahwa dia menyelewengkan dana tersebut dengan alasan kelompok atau organisasi kita akan lebih maju daripada kelompok organisasi lainnya. Hal ini sama seperti diatas bentuk perhatian yang salah terhadap teman atau patner kerja dalam kelompok atau organisasinya. Seharusnya sikap kalian mengingatkannya supaya tidak seperti itu. Itu namanya persaingan yang tidak sehat atau tidak adal, kita apa adanya saja, kita lebih memikirkan efek kedepannya bagaimana. Jika harapannya sesuai mungkin aman-aman saja, tapi kan kebanyakan dari kita sesuatu itu tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Contoh yang tidak baik diatas jangan sampai kalian tiru demi menikmati sekelumit kenikmatan sekarang tanpa memikirkan efek masa depan. Jika suami seperti itu, diberikan amanah seorang owner untuk menyelesaikan pekerjaan tidak amanah, apakah kalian (istri) tidak curiga jika sang suami tidak amanah juga kepada seorang istri? Semua itu ada timbal baliknya.


    Sebagai penutup dari artikel ini karena sudah lumayan panjan dan yang bikin sudah mulai lelah (ngetik, berfikir), saya kasih contoh lagi dan ini sebagai contoh penutupan artikel ini. Misalnya kita sebagai manusia dijadikan Allah sebagai petani, pejabat, pengusaha, pebisnis, atau yang lainnya, sikap kita sebaiknya terima saja dan kita jalani dengan ikhlas. Karena kita dijadikan Allah seperti ini karena Allah tahu ini adalah yang terbaik untuk kita. Jadi jangan berkecil hati seorang petani yang mau makan susah, mau beli apa tidak bisa, sebaiknya kita tidak berburuk sangka kepada Allah, harusnya berbaik sangka, "Oh, iya, jika saya diberikan uang yang banyak, mungkin Allah takut kita tidak sanggup untuk mengelolanya dengan baik, justru malah disalahgunakan, maka dari itu kita dijadikan seperti ini, ini adalah yang terbaik buat kita", Allah lebih tahu daripada hamba-Nya. Karena sebuah ujian itu tidak selalu dengan sesuatu hal yang tidak enak, sesuatu yang enak pun (menurut kita) bisa juga itu adalah sebuah ujian untuk kita. Lihat saja para pejabat, kita lihat mereka enak kehidupannya, naik mobil, uang melimpah, istri cantik, banyak pula, tapi digiring KPK gara-gara korupsi, terkena kasus selingkuh, dan masih banyak lagi. Semua yang diberikan oleh Allah kekita adalah sudah ukuran yang pas dari Allah tinggal kita bagaimana mengolahnya.

    Mungkin itu ulasan singkat saya yang mungkin masih ada banyak kesalahan yang mana masih perlu perbaikan dalam segi apapun. Untuk kritik dan sarannya bisa kalian berikan untuk menjadikan blog ini lebih baik lagi. Jangan lupa bagikan ke publik jika artikel ini kalian rasa bermanfaat, jangan lupa juga subcribe blog ini supaya kalian mendapatkan informasi mengenai update postingan terbaru dari blog ini. Sekian dan, terimakasih sudah membaca dan menyempatkan waktu untuk berkunjung ke blog ini. Semoga harimu menyenangkan.

    No comments:

    Ikuti Blog Ini

    About

    Contact Form

    Disclaimer

    Sitemap

    Privacy Policy

    Translate