Cari Konten di CS96

Monday, September 7, 2020

Harta Bukan Segalanya

 Tidak ada yang dapat membalas segala nikmat yang diberikan Allah dari mulai kedipan mata, detak jantung, bisikan telinga, lintasan hati, pikiran, kecuali lafadz "Alhamdulillah". Makanya khatib naik mimbar mengucapkan "Alhamdulillah". Kita pun shalat mengucapkan "Alhamdulillah", apapun yang terjadi tak ada yang lain lafadz kita ucapkan dan cara mensyukuri nikmat Allah itu Allah juga yang mengajarkan, "Alhamdulillah".

Ada 2 jenis ujian yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Yaitu pada saat,

  1. Dilapangkan dan
  2. Disempitkan

Allah yang menghendaki manusia dilapangkan rizkinya atau disempitkan rizkinya. Allah yang melapangkan rizki. Artinya, wahai orang yang kaya jangan sombong, karena kekayaanmu itu dilapangkan Allah, rizkimu Allah yang melapangkannya, dan itu bagian dari ujian. Allah tidaklah memberi ujian hanya pada saat kita susah, sedih, banyak masalah, banyak musibah, dalam kekurangan, usaha tutup, bangkrut, sedang disempitkan rizki, namun dengan dilapangkannya rizki ternyata itu adalah bagian dari ujian yang diberikan Allah kepada kita. Banyak yang beranggapan jika ujian itu yang tidak enak, jika enak itu adalah hanya nikmat. Akan tetapi pernyataan seperti itu ternyata "salah". Banyak orang yang di uji Allah dengan disempitkannya rizki dia "lulus". Tetapi sedikit sekali orang yang di uji Allah dengan dilapangkannya rizkinya ia "gagal" atau "tidak lulus". Ketika Allah menguji manusia yang rizkinya dilapangkan oleh Allah, maka kebanyakan sifat-sifat baru akan muncul. Muncul bakhil, muncul pelit, muncul kikir.

Allah hanya membahas efek orang yang dilapangkan rizkinya namun mereka lalai dengannya. Allah tidak membahas daripada efek orang yang disempitkan rizkinya. Karena memang efeknya sangat kecil sekali tidak seperti orang yang dilapangkan rizki efeknya. Efek orang yang diuji disempitkan rizkinya paling-paling hanya tidak makan, malah bisa jadi berpahala jika diniati dengan puasa sunnah. Tapi biasanya bagi orang yang dilapangkan rizkinya susah meninggalkan makanan (puasa). Jadi dengan dilapangkan rizki ke kita terkadang kita malah dibuatnya lalai akan semua itu. Lupa bahwa 2.5% dari harta yang kita miliki itu bukanlah hak kita. Jika dengan dilapangkan rizki membuat kita memperhatikan orang-orang fakir, miskin, anak yatim supaya bisa sekolah, orang yang membutuhkan bantuan, maka merekalah orang-orang yang patut kita teladani, karena sangat sedikit sekali orang yang memiliki sifat sepeti itu. Jika dibandingkan dengan kesuksesan kita ternyata itu semua hanyalah sedikit daripada kenikmatan, sedikit daripada kebahagian, sedikit daripada kelebihan yang diberikan Allah. Maka dari itu (Q. S Ar-Ra'd(u) : 26) sedang memperbaiki cara pandang kita, cara berfikir kita yang keliru selama ini.

Membesarkan yang kecil, mengecilkan yang besar. Yang selama ini kita sangka besar, itu sebenarnya hanya kecil. Dilapangkan rizki, bahagia, senang, sampai pada tingkat angkuh dan sombong, dengan kehidupan dunia, itu semua yang kita sangka besar ternyata kecil. Allah menceritakan kesusahan dalam ayat ini hanya sekali. Tapi kebahagiaan yang besar, rizki yang melimpah, sampai membuat engkau bahagia, sampai merasa engkau tidak membutuhkan orang lain, itu semua tak lain tak bukan hanyalah kenikmatan sesaat.

Tanda orang yang lulus akan ujian ini adalah dengan dilapangkan rizki, dilimpahkan harta, semakin banyak pula orang susah yang tertolong, semakin banyak rizki semakin banyak syukurnya dengan Allah, dengan dilimpahkan rizki semakin rajin shalat berjamaah. Bagi yang susah, yang miskin, tidak berefek besar nanti diakhirat. Jangan sampai kita dengan dilimpahkannya rizki kita malah mendustakan agama. Maksudnya bagaimana? Dengan engkau lupa berzakat, membiarkan anak yatim (Q. S Al-Maa'uun : ). Itulah orang-orang yang disebut mendustakan agama.

Rangkuman dari :

 

Harta Bukan Segalanya - Ustadz Abdul Somad.mp3


Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=I-K6VZ1LYYI

 Youtube Channel : Ustadz Abdul Somad Official

Playlist : TABLIGH AKBAR USTADZ ABDUL SOMAD, Lc,. MA

No comments:

Ikuti Blog Ini

About

Contact Form

Disclaimer

Sitemap

Privacy Policy

Translate